Seorang miskin merasa bosan jika tiap hari selalu makan dgn roti kering, sesekali ia ingin ada lauknya. Maka berangkatlah ia ke pasar, disebuah warung, ia melihat orang menjual sate. Aromanya tercium sedap mengundang selera. Lalu ia duduk didepan warung sate itu.
Sambil menikmati aroma sate iapun memakan rotinya.
Diam diam pemilik warung memperhatikanya. Dia tercengang sambil berfikir apa yg harus dia lakukan. Begitu orang miskin itu hendak beranjak pergi, sipemilik warung menariknya hendak meminta harga aroma sate yg dinikmati orang miskin tsb. Namun karena hanya menikmati asap, orang miskin itu menolak membayar.
Akhirnya persoalan ini dibawa ke pengadilan. Kebetulan yang menjadi hakim adalah Nasruddin.
Setelah mendengar keterangan dari kedua belah fihak, dia lalu mengeluarkan uang beberapa dirham dr sakunya dan membantingnya dekat pemilik warung seraya berkata, "Dekatkan telingamu dan ambil gemericing suara dirham tadi," katanya.
"Apa apaan ini Tuan?" tanya pemilik warung. Ini keputusan yg adil, kamukan hanya menjual asap sate, maka bayarannya adalah gema suara dirham," jawab Nasrudin
dari : cerita jenaka Nasruddin Hoja

